Rabu, 23 Agustus 2017

Seribu Tetes





Aku memandang jendela
Pemandangan yang tenang dan asri
Berubah dengan sekejap
Langit sedang tersakiti
Tak kuasa ia menahannya
Nangis sederas derasnya
Alam ikut bersedih
Mereka menyampaikan simpatinya kepada langit
Namun langit menolaknya
Seakan itu adalah hal tabu
Langit hanya ingin meluapkan emosinya
Hanya itu yang diinginkannya
Disaat aku sadar
Aku hanya menatap langit
Dan ikut menyampaikan simpatiku
Seperti yang alam lakukan
Aneh
Langit langsung mencerahkan dirinya
Ia pun mengizinkan matahari menghangatkannya
Apakah aku berpengaruh, bagimu. Langit?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar