Rabu, 20 April 2016

Cerpen #1

        Wanita yang berpakaian lusuh memasuki sebuah pasar. Dibutuhkan beberapa ikan dan bumbu dapur untuk bisa membuat hidangan makan malam dirinya, sebuah hal yang dia sadari bahwa uang yang dia bawa tidak mencukupi untuk membeli semua kebutuhan untuk hidangannya. Dengan pasrah dia mencoret beberapa bahan-bahannya dari kertas resepnya. Setelah itu dia mendatangi penjual ikan terlebih dahulu. Ia tawar menawar dengan penjual tersebut dan beruntungnya sang penjual ikhlas dengan tawaran wanita ini yang bisa dibilang harganya dibawah standar. Waktu menunjukkan mulai menuju malam, ia langsung mencari bahan lainnya. Sama seperti sang penjual ikan, ia sepakat dengan harga yang dibawah standar. Akhirnya wanita tersebut keluar pasar dengan senang hati, bisa memiliki uang yang bersisa untuk esok hari walaupun menu makan malam ini terbilang hambar karna tidak semua kebutuhan hidangannya tidak ia penuhi. Ia jalan kaki menuju pulang, rumahnya cukup jauh, namun apa daya. Ia hanya seorang wanita miskin tanpa kendaraan yang berumur 20 tahun yang sudah hidup sendiri sejak berumur 10 tahun. Orang tua nya yang meninggal dikarenakan disfungsi turbin pesawat terbang menewaskan semua penumpang dan staff pesawat tersebut. Ditengah perjalanan iya bernyanyi dengan gembira, namun...... Suara berisik terdengar di belakang semak semak di dekatnya. Ia menganggap bahwa sebuah hewan yang melakukan keributan itu. Namun anggapannya adalah sebuah kesalahan. Dua pria melompat dan lansung mengambil tasnya. Dua pria tersebut langsung berlari menjauhi wanita tersebut. Wanita itu syok untuk sekejap, membatu saat waktu berputar. Disaat jiwanya seakan hadir kembali dalam tubuhnya, ia langsung berlari mengejar dua pria itu yang sudah jauh jangkauannya oleh wanita itu. Disaat ia berlari ia melihat sesosok pria berdiri tegap di depan kedua pria yang mencuri tasnya dengan posisi tergeletak lelah. Wanita itu langsung sadar bahwa pria yang berdiri tegap itu adalah pria yang membantunya mengembalikan barang miliknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar