Senin, 02 Mei 2016
Cerpen #2
Aksi pria itu membuat sang wanita tertegun karna ketangkasan pria itu. Belum lagi disaat pria itu melontarkan pertanyaan "Kamu terluka? Apa kamu tidak apa apa?" Hati sang wanita menggelora, bola matanya tertuju pada bola mata berwarna coklat tua yang dimiliki pria itu. Perempuan itu hanya melamun dengan hati yang bergetar. Sesaat pria itu menunggu jawaban dari wanita itu. Beberapa menit saat sang pria menjentikkan jari wanita itu seakan bangun dari tidurnya, lamunan dan pandangannya buyar seketika. "Ha? Iya? Kenapa?" Respon dari wanita tersebut setelah bangun dari lamunannya. "Tadi saya bertanya apa kamu terluka?" Ujar sang pria, wanita menjawab "Ohh hehe tidak saya tidak apa apa, terima kasih sudah membantu saya" ucapan bersyukur yang dilontarkan untuk sang pria. "Ohh tidak apa apa uda biasa menghadapi yang seperti ini. Boleh tau nama mba?" Pertanyaan untuk sang wanita. Dengan rasa malu malu ia menjawab "nama saya Fithriani, panggil saja Fithri. Kalo nama mas?" Jawaban dari sang pria "Nama saya Nurmadani" sang wanita tertegun lagi mendengar namanya tanpa alasan yang jelas. Karena ingin mengenal sang pria lebih dalam dan rasa terima kasih akhirnya ia mengajak sang pria untuk makan malam dirumah sang wanita. "Mas Nurma, boleh saya ajak untuk makan malam. Sekalian saya ingin berterima kasih. Paling tidak ini yang bisa saya berikan kepada mas" respon positif dari sang pria "Dengan senang hati saya mau". Akhirnya mereka berdua berjalan menuju rumah sang wanita.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar