Jumat, 06 Mei 2016

Cerpen #3

Sesampainya dirumah, Fithri mempersilahkan Nurma memasuki rumahnya. Fithri meminta Nurma untuk duduk dimeja makan. Semantara Nurma menunggu, Fithri memasak bahan-bahan yang sudah ia beli. Namun Nurma lelah akibat perkelahiannya tadi dan akhirnya tertidur. Fithri bertanya "Apakah kau haus?". Namun tidak ada suara balasan pertanyaan Fithri dari ruang tamu. Ia tanyakan tiga kali namun masih belum merespon. Sejenak ia ingin mengeceknya. Kompor yang sebelumnya bersuhu tinggi ia rendahkan dahulu. Setelah itu ia lekas mengecek keadaan penyelamatnya itu. Terlihat ia tertidur pulas, Fithri berpikir bahwa ia kelelahan. Fithri tidak ingin membangunkannya, maka ia melanjutkan memasak hidangannya untuk mereka berdua. Ia sudah menyelesaikan membuat hidangannya. Setelah ia menuju meja makan sambil membawa hidangannya, ia masih melihat penyelamatnya tertidur pulas. Fithri meletakkan hidanannya lalu mencoba membangunkan Nurma. Saat Nurma terbangun ia seperti kaget "Dimana aku? Aku dimana.". Fithri tertawa melihat respon dari Nurma. Nurma hanya geleng geleng seperti sedang pusing terhadap sesuatu. Lalu Fithri memberikan hidangannya untuk Nurma. Nurma dengan senang hati memakannya, Nurma mengatakan "Enak sekali loh". Kata kata itu membuat Fithri bahagia. Karna sebelumnya tidak ada yang mengatakan bahwa masakannya enak. Namun nyatanya memang tidak ada karna Nurma adalah orang yang pertama kali yang mencoba hidangan Fithri. Selesai makan Nurma mengatakan "Terima kasih, atas hidangannya. Saya pergi dulu" dibalas Fithri "Iya sama sama, kamu mau pergi kemana?"  "Entahlah mengingat bahwa saya masih belum punya rumah" "Kenapa tidak menemani saya saja disini hingga kamu menemukan rumah?" "Apakah tidak apa apa seperti itu?" "Mengapa tidak?" "Baiklah kalau memang diperbolehkan". Akhirnya mereka satu rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar