Kamis, 30 Juni 2016

The Date


Hari ini pada tiga tahun yang lalu
Adalah awalnya
Saat keindahan dan kerumitan mulai terjadi
Semua masalah yang dialami untuk pertama kali
Semua kenangan yang dialami untuk pertama kali
Kegilaan yang dialami untuk pertama kali
Hari ini pada tiga tahun yang lalu lah semua berawal
Pada tanggal ini lah
Petualangan saya dimulai, bersama nona.

Selasa, 28 Juni 2016

Sebuah Cerita Impian yang Ditinggalkan /3\

   

         Sesampai di kampus, Bibu selalu mengantarku sampai depan kelas atau membelikan aku mie ayam dengan teh hangat di cafetaria kampus.
"Mau sarapan dulu atau langsung ke kelas?" Tawarnya.
"Halah kamu mau modus aja loh ke Nina. Bajingan!" Seruku seraya memukul lengannya.
"Sotak. Emang Nina belum punya pacar?"
"Gatau ah!" Aku langsung meninggalkannya. Bibu tertawa dan mengikutiku
Aku berjalan menuju cafetaria. Bibu mengikutiku dari belakang. Aku memilih duduk di tempat yang biasa aku duduki disini.
"Zayah mau mie ayam kah?" Tanya Bibu.
"Iya." ujarku singkat.
"Jangan ngambek." Ujarnya seraya mencolek daguku.
"Geli biii!!" Seruku. Bibu hanya tersenyum lalu meninggalkanku.
Aku mengetuk meja seraya mendengarkan lagu dari hpku. Tiba-tiba seseorang menarik earphoneku dan duduk di hadapanku.
"Selamat pagi cantik. Sendirian aja." Sapa Irfan
"Hei Fan." balasku.
"Udah beli makan?" Tanyanya.
"Udah kok." Ujarku.
"Zay, nanti ke kelas bareng ya." Tawarnya
"Boleh. Kamu gak ke Mas Jono? Kemarin di cariin loh sama dia." Ujarku.
"Udah kok. Dia cuma mau nitip belikan novel. Kan lagi ada novel baru yang best seller of the year ituu"
"Oalahh"
Irfan Fadli adalah anak teknik kimia yang sudah masuk semester 4 sedangkan aku masih di semester 3. Dia termasuk anak yang pintar makanya dia cepet naik semester. Irfan laki-laki bertubuh kurus namun tinggi semampai. Berkulit coklat dengan rambut pendek khasnya. Stylenya yang biasa saja membuatku sangat tertarik melihatnya. Irfan asli orang Jawa tapi logatnya anak Jakarta banget. Dia laki-laki yang mengejar aku mulai dari awal masuk kuliah sampai sekarang. Padahal masih banyak banyak perempuan diluar sana yang ingin bersamanya.
"Zay, nanti ngerjain pratikum bareng ya. Mau kan?" Tanya Irfan seraya tersenyum.
Aku melihat Zayah dengan seorang laki-laki yang kalah tampan dariku. Mereka asyik berbincang. Entah kenapa hatiku terasa panas. Ada sesuatu yang menggrogoti perasaanku. Cemburu yang berlebihan. Tapi aku siapanya? Kita tidak berpacaran lagi. Hanya bersahabat. Aku membiarkan mereka berbincang sampai laki-laki itu pergi. Aku membawa dua mangkuk mie ayam beserta teh hangat. Sebisa mungkin aku terlihat biasa saja walau aku tau pada akhirnya dia bakal tau.
"Lama banget sih. Aku udah lapar!" Ujarnya lalu dengan tergesa ia mengambil mie ayamnya.
"Awas nanti tumpah Zay!" Seruku lalu membantunya.
"lapar!!" Ujarnya. Ia melahap mie ayamnya.
"Tadi itu Irfan kan?" Tanyaku. Zayah menatapku.
"Kamu lihat dia tadi?? Kok gak kesini?" Tanyanya.
"Ngapai. Aku hanya tau doang."
"Hm iyasih"
"Kalian udah pacaran?"
"Kamu ini ngomong apa sih. Ngacok"
"Loh bisa aja kan tiba-tiba nanti kamu pacaran sama dia terus kalian jadi suami istri." ujarku saking emosinya. Ia memukul meja lalu pergi meninggalkanku. Beberapa detik kemudian aku sadar kalau aku salah. Aku dan Amay hanya sebatas sahabat tapi kenapa aku melakukan hal ini?! Apa yang salah denganku??
Aku melihat kelasnya Amay dari jendela pintu kelasnya. Aku lihat dia sedang serius belajar. Dia sangat cantik tapi sayang aku tidak bisa memilikinya lagi. Aku duduk di kursi depan kelasnya.
"Haloo aa Bibu!" panggil seseorang. Aku menoleh. Ternyata Nina. Gadis cantik nan sexy namun telminya minta ampun. Walaupun telmi tapi dia hebat bisa masuk di kedokteran. Ia berlari mendekatiku.
"Hei Nina." Sapaku.
"Hai, kapan nyampe jogja?? Barusan aja?" Tanyanya.
"Enggak kok. Dari kemarin sore." Ujarku.
"Ohh gitu. Nungguin Amay kah?" Tanyanya. Aku hanya mengangguk. "Temenin aku bentar ya ke mall" pintanya.
"Nanti Amay nyariin Tir. Kamu sendirian aja ya" ujarku.
"Aihhh ayolah aa" pintanya seraya menarik lenganku. Aku melihat kelasnya Amay. Gapapa kali ya aku nemenin bentar? Sekali lagi kutatap kelasnya Amay.
"Iyadehh. Ayo" kataku. Nina loncat kegirangan dan menarik tanganku.
Selama jalan dengan Nina aku merasa senang. Senang yang berbeda. Untuk kesekian kalinya aku jalan dengannya. Aku suka ketika ia memanggilku, menarik tanganku, mendengar tawanya. Aneh. Kenapa aku jadi seperti ini??!
"Bibu temenin aku beli makan ya. Aku traktir deh" ujarnya
"Hm kamu aja yang makan. Aku temenin aja." Kataku.
"Okee gapapa" ujarnya lalu menarikku kedalam restoran Jepang.
Handphoneku bergetar. Aku cek dan ternyata ada sms masuk. Dari Bibu. Yang berisi : may, aku lagi pergi sama Nina nih. Sorry ya kalo lama dateng. Tunggu aja nanti di parkiran.
Tiba-tiba kobaran api membakar tubuhku. Aku merasakan panas yg begitu luar biasa. Cemburu cemburu dan cemburu. Huff kenapa sih!! Aku membanting kepalaku ke meja. Rasanya ingin sekali ku banting yang namanya Nina. Huaaa!!
..........

Kamis, 23 Juni 2016

Sebuah Cerita Impian yang Ditinggalkan -2-

Keesokan harinya..
Aku terbangun karena bunyi dering telpon masuk. Aku meraba di sekeliling tempat tidurku dengan mata terpejam. Setelah dapat, aku segera angkat.
"Halo?"
"WE BANGUN!!" Teriak laki-laki dari handphone yang sedang kugenggam. Seketika aku terlonjak dan menatap layar hapeku. "Bajingaaann!!" Teriakku di telpon. Ia tertawa terbahak-bahak.
"Cepetan mandinya. Nanti aku anterin ngampus. Oke?? 15 menit lagi aku jemput. Bye sayang."
"Bibu..." seketika telpon mati. Dengan malas aku beranjak dari kasur dan segera mandi dan bersiap.
Setelah semua sslesai, tepat 15 menit sejak tadi Bibu sudah berada di rumah. Ia sibuk dengan hapenya. Ya, aku tau itu dari gebetannya yang baru. Wanita bandung? Iuh. Masih cantikan aku kali.
"Biii!" Panggilku. Bibu tak menghiraukanku. "Biiii tolongg." kataku. Tetap saja ia tak menghiraukanku. Akhirnya sebuah sisir melayang tepat ke kepalanya.
"AW!" Jeritnya. Aku tertawa terbahak bahak lalu mendekatinya.
"Ups sorry." ujarku.
"Kelewatan!" Katanya. Aku hanya tertawa lalu memintanya untuk membawakan tas laptopku.
"Ayo pergi sekarang. Ntar macet di jalan." Ujarku.
"Iya sayang. Bawel banget dah." Ujarnya seraya mengelus kepalaku. Entah dari dulu aku selalu nyaman di perlakukan seperti itu. Tapi kenapa kami belum diberi waktu yang tepat untuk bersama lagi? Apa dia bukan jodohku?
Sesampai di kampus...

Selasa, 21 Juni 2016

Sebuah Cerita Impian yang Ditinggalkan (1)



          Aku memandang laki-laki dihadapanku ini. Dia asyik mengoceh tentang kehidupannya selama di Bandung. Sebut saja namanya Bibu. Aku dan dia kenal sejak SMP. Aku dan dia berpacaran namun hanya bertahan selama 2 tahun. Setelahnya kami hanya berteman biasa hingga akhirnya kami bersahabat sampe sekarang. Sampai sekarang aku masih menyendiri. Begitupun dia, banyak yang mendekati kami, tapi tetap saja tidak ada yang pas di hati.
"Jengkel kan kalo kamu jadi aku?!" Ujarnya seraya menguyah kentang goreng dengan marah.
"Ha? Iya Bi." kataku seadanya.
"Bodoh malah melamun!" Katanya, sambil menjitak kepalaku dengan kepalan tangannya.
"Ihhhhh! Sakit bodohhh!!" Teriakku.
"Ssttt!! Nanti dikira aku ngapain kamu disini." bisiknya.
Aku dan dia berada di kosan ku tapi ia tidak menginap.
Katanya dia menginap di rumah saudaranya. Biasanya dia kesini pasti nginap, tapi nginap di kamar sebelah.
"Bi, habis kan makananku dong. Aku kenyang banget. Banyak banget kamu beli makanan." suruhku.
"Aku beliin kami makanan sebanyak ini karena aku kasian tau sama kamu. Kamu tuh kurus kering tauk! Makanya jangan begadang terus. Dah di bilangin juga."
"Iyaa bibuuu iyaaa. Temenin aku ya sampe tidur habis tuh kamu boleh pulang." Ujarku. Ya, biasanya kalo dia baru sampai di Jogja, aku selalu memintanya untuk menemaniku sampai terlelap kemudian ia pulang.
"Beresin dulu ini" suruhnya. Aku menurut dan membersihkannya.
Selesai membereskan semuanya, aku berbaring di pahanya. Ia mengelus kepalaku sambil bersenandung tidak jelas.
"Berisik ahhh." Ujarku.
"Biarin week." Ujarnya, tidak lama kemudian aku tertidur.
Keesokan harinya....

Senin, 20 Juni 2016

Ada Apa Dengan Juni

 

           Ktp nunda, hp gila, hati ga tentram. Ada apa sebenarnya dengan bulan ini, apakah ini sebuah hukuman? Apakah ini cambukan kesalahanku yang lalu? Apakah ini bulan terberat ditahun ini? Ini cobaan apa? Penuh dengan penundaan. Sudah dua malam ini merasakan keterpurukan, ada kumpulan emosi yang ingin aku keluarkan. Ingin mengeluarkannya lewat air mata, tapi tidak ada hasil. Pipi tetap saja kering, tidak terbasahi air mata. Aku seorang laki-laki cengeng yang sensitif. sangat terdengar seperti perempuan. Entahlah, aku hanya ingin menyudahi cobaanku di bulan ini.

Wish You All Human The Best

 Sudah lama ya ga ngepost, walaupun saya juga tau hampir tidak ada yang membaca laman saya haha. Oke dalam kesempatan ini saya ingin mengatakan bahwa saya bersyukur bisa hidup dalam naungan orang tua saya. Kebetulan saya seorang muslim, walaupun kemungkinan besar saya seorang islam KTP. saya tetap menganggap islam adalah agama saya. Dan karna saya seorang muslim maka saya ingin bersyukur kepada tuhan saya yaitu Allah karena pilihan-Nya saya bisa mengenal bapak Rifki Ahmad Rizal dan ibu Nenden Kusumawati Suarna. Dan karena kedua orang tua saya ini saya bisa mengenal anak kedua dan ketiga mereka yaitu yang kedua adalah Zahra Azmilla Nurmadani yang sudah jelas berkelamin perempuan karna itu adalah nama perempuan, mengertikan? Oke. By the way Zahra ini dipanggil Alni, kalo kalian bingung Alni itu berasal dari gabungan nama lengkapnya, ia seorang remaja berumur 16 tahun, untuk tahun ini. Tapi karena ia belum ulang tahun ia masih 15 tahun. Poor you sis wkwk. Moving on, anaknya yang ketiga bernama Zaidan Zulfikar Syamdani. Ia masih berumur....... Intinya balita, honestly i still can't save his date when he was born in my mind. Seorang yang brengsek ya? haha i accept that suggestion. Inilah nama nama keluarga kecilku, walaupun terkadang mereka semua brengsek. Well.... kalo tidak brengsek dimana memori nya kan? The point is seberapa jeleknya sikap dan sifat mereka, i will always forgive and love them. Now aku mau cerita soal teman temanku. Aku punya geng yang namanya "CEKAT"an. Kenapa begitu? Karna kebanyakan isi dari geng itu adalah manusia perokok. Maka dari itu mereka lebih sering cekat daripada cekatan. Haha get it? Hanya saya yang ga merokok didalam geng itu to be honest, mungkin belum. dunno tidak terlalu memikirkan itu. Mereka adalah tipe teman yang kau inginkan jika ingin keramaian atau kehebohan. Jangan lupa kebodohan, mereka bisa diandalkan untuk itu. Tapi bagiku mereka hanya teman. Sedangkan ini adalah sahabat sahabatku yang akan kuceritakan. Pertama, Nadilla Aprilya Pratiwi, dia tipe orang yang agak oon, agak bingung, tapi dia memiliki telinga dan pendapat yang menyenangkan. Walaupun saya pernah slek sama dia. Terbukti bahwa kami memang sahabat karna setelah slek itu kami berbaikan. Oiya bagi yang belum tau slek itu apa, slek itu satu arti denga masalah. anyway love you dil! Next yang kedua yaitu Prema Nanda Dwina, dia sahabat paling pertama ku. Kami berteman dari playgroup, ia sahabat terlamaku. tipe orangnya asik, dan kebanyakan apa yang dia suka aku juga suka. Mungkin itu salah satu faktor kenapa kita bisa jadi sahabat. Lalu dia juga termasuk pendengar yang baik, namun dalam pendapat ia paling jelek, haha sori bro tapi realitanya emang gitu wk. Tapi aku sayang dia my oldest bro. Sebelumnya dia di kota yang sama sama aku. Namun pensiunnya orang tuanya membuat dia terpaksa ikut ke Malang. Jadi setelah SMP kita gada main, so sad. Kuliah aku berkunjung bro! be ready! Oke next ada adik yang ga pernah aku punya yaitu Grace Raphaela Manopo. sebenernya kita kenal dari SD, tapi lewat facebook jadi ya rasanya ga bisa dikatakan kenal karna belum pernah face to face. Terakhir chatting pas saya kelas 1 SMP dan dia kelas 6 SD. Chatting terakhir itu adalah saat aku menanyakan keberadaannya karna aku mendengar dari (lupa) kalo dia pindah ke Manado. Itu adalah chatting terakhir. Hingga suatu hari #eaa saya mendapatkan akun path Grace dan meng-addnya. Beberapa hari setelah itu iya memulai interaksi dengan saya dan akhirnya berkelanjutan sampai sekarang. Intinya hubungan pertemananku sama Grace paling sinetron lah karna saat menghilang terus dateng lagi. Dia tipe orang yang serius, kadang susah banget diajak bercanda. Tapi kalo uda luluh diajak bercanda itu asik banget wkwk. Dia pendengar dan pemberi pendapat paling dewasa, paling puitis, ya pokoknya kek orang sastra gitu deh. Dia orang paling dewasa yang pernah kukenal. Sampe saya kalah coba soal kedewasaan. Soal pemikiran loh jangan salah kaprah, Love you dik! Dan yang terakhir yang baru baru aja, mantanku Maya Dessyaputri Fithriani, sebelumnya ia kesusahan pindah hati dari saya. Namun sekarang ia bisa berdiri tegak tanpaku. Bangganya aku mendengar itu, dan sekarang ia berani untuk berpendapat sama denganku yaitu bersahabat. I'm so proud may! Dia tipe orang yang mungkin paling sekamus sama saya, get it kan maksudnya sekamus? ya nalar ajadeh. Anyway Saya bangga bisa berkenalan dengan semua yang saya sebut disini. Dan untuk kalian yang baca ini. Wish you all the best, Syukuri teman teman kalian, berharga itu sesuatu yang tidak dapat ditukar dengan apapun. Dan ini lah berharga"ku". Jangan biarkan perisitwa atau masalah apapun merenggutnya dari kalian, karna semua masalah tidak akan sebanding dengan kehilangan teman dan keluarga kalian. Hadapi bersama sama, lebih indah saat kalian akan ceritakan kpada pendengar kalian tengan apa yang anda dan teman anda lalui. Jadi inilah keluargaku, keluarga kecil yang akan menjadi lebih besar suatu hari nanti. I love you all, wish you all human the best.  

Sabtu, 18 Juni 2016

Because We Are Just Dust of the Past



         Ya tampaknya kita sama sama kecewa, aku mengecewakan dirimu dan kamu pun sebaliknya. Walaupun entah apa yang kulakukan sehingga mengecewakan kamu. Tapi ya intinya kita sama sama ga peduli. Perbedaannya? Aku memang peduli padamu, aku menganggapmu ada, aku menempatkan mu di tempat yang rapi. Tapi kamu? Menghapus akun line tanpa ada pesan apapun, cerita apapun? Apa itu peduli? Dan yang lebih kecewa lagi, pendapatmu soal aku di tulisanmu yang menyayat. Ada sebagian yang bisa kuterima. Tapi ya aku bingung apa kesalahanku sehingga kamu merasa seperti itu? Apa sih keinginanmu dari perilaku ku ke dirimu? Lagian aku yakin kamu sudah membaca tulisanku sebelumnya jadi aku tau kamu ga mungkin sebodoh itu menganggap aku secuek itu. Jadi apa yang mau aku lakukan terhadapmu sehingga kamu bisa merubah pendapatmu tentang aku?



darimasalaluterindahmu

Jumat, 17 Juni 2016

Miss You All



Merindukan sebuah rutinitas
Mengetik kalimat demi kalimat
Kepada orang yang berarti buat kita
Yang membutuhkan kita untuk mengisi hari harinya
Menjadi penghibur hari hari mereka
Menjadi penghibur hari hari saya
Sungguh sedih
Membuat mereka menunggu
Membuat mereka bertanya tanya
Seakan aku manusia sombong
Sedangkan aku disini pun
Bertanya tanya apa yang kalian pikirkan
Apa yang kalian lakukan
Tunggu aku untuk memperbaiki
Kesalahanku
Manusia manusia yang berarti 
Aku rindu pada kalian


#GraceNadillaPremaNitaTiara

Selasa, 14 Juni 2016

Seminggu? Sebulan? Setahun?

  Hah, sudah seminggu ini ga menyentuh hp. Apa pada tau kenapa? Enggak? Hehe yaudah gapapa paling engga dengerin cerita ini. Intinya hpku rusak pada bagian baterai, sudah 3 hari menggila karna hpnya di cas tapi malah berkurang. Jadinya aku mengeluh kepada ibuku. Saat dibawa ke counter hp tempat aku membeli hp itu, teknisinya mengatakan bahwa baterainya harus diganti dengan mengeluarkan biaya Rp.450.000,00. Ya ibuku enteng aja sih bilang iya karna dibayar pakai uangku, huh. Jadi sejak itu aku tidak menemui hpku. Sampai aku mendengar kabar bahwa hpku suda diganti dengan baterai yang baru, senang sekale mendengarnya. Akhirnya semua kembali seperti semula. Kecuali saat....... Saat kejadian lucu itu terulang lagi. Saat bateraiku menyentuh 30% langsung hendak kucas karena ingin merawat Rp.450.000,00 ku, dan ya itu tidak TERISI lagi, dan malah berkurang. Saat melihat itu ya gimana ya, php gitu deh. Esoknya kubawa lagi ke tempat yang sama dengan keluhan yang sama, mba nya mengatakan hal yang sama juga yaitu "Tinggal aja bu, nanti dihubungi pas sudah selesai" dengan senyum di wajahnya. Sejak itu aku tidak bertemu lagi dengan hpku. Walaupun memang ada positifnya, apalagi di bulan Ramadhan seperti ini, tapi ya gimana. Zaman suda mengikat teknologi ponsel di kehidupan manusia sekarang. Terkadang aku kesal kenapa hp pernah dibuat.