Selasa, 21 Juni 2016
Sebuah Cerita Impian yang Ditinggalkan (1)
Aku memandang laki-laki dihadapanku ini. Dia asyik mengoceh tentang kehidupannya selama di Bandung. Sebut saja namanya Bibu. Aku dan dia kenal sejak SMP. Aku dan dia berpacaran namun hanya bertahan selama 2 tahun. Setelahnya kami hanya berteman biasa hingga akhirnya kami bersahabat sampe sekarang. Sampai sekarang aku masih menyendiri. Begitupun dia, banyak yang mendekati kami, tapi tetap saja tidak ada yang pas di hati.
"Jengkel kan kalo kamu jadi aku?!" Ujarnya seraya menguyah kentang goreng dengan marah.
"Ha? Iya Bi." kataku seadanya.
"Bodoh malah melamun!" Katanya, sambil menjitak kepalaku dengan kepalan tangannya.
"Ihhhhh! Sakit bodohhh!!" Teriakku.
"Ssttt!! Nanti dikira aku ngapain kamu disini." bisiknya.
Aku dan dia berada di kosan ku tapi ia tidak menginap.
Katanya dia menginap di rumah saudaranya. Biasanya dia kesini pasti nginap, tapi nginap di kamar sebelah.
"Bi, habis kan makananku dong. Aku kenyang banget. Banyak banget kamu beli makanan." suruhku.
"Aku beliin kami makanan sebanyak ini karena aku kasian tau sama kamu. Kamu tuh kurus kering tauk! Makanya jangan begadang terus. Dah di bilangin juga."
"Iyaa bibuuu iyaaa. Temenin aku ya sampe tidur habis tuh kamu boleh pulang." Ujarku. Ya, biasanya kalo dia baru sampai di Jogja, aku selalu memintanya untuk menemaniku sampai terlelap kemudian ia pulang.
"Beresin dulu ini" suruhnya. Aku menurut dan membersihkannya.
Selesai membereskan semuanya, aku berbaring di pahanya. Ia mengelus kepalaku sambil bersenandung tidak jelas.
"Berisik ahhh." Ujarku.
"Biarin week." Ujarnya, tidak lama kemudian aku tertidur.
Keesokan harinya....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar