Keesokan harinya..
Aku terbangun karena bunyi dering telpon masuk. Aku meraba di sekeliling tempat tidurku dengan mata terpejam. Setelah dapat, aku segera angkat.
"Halo?"
"WE BANGUN!!" Teriak laki-laki dari handphone yang sedang kugenggam. Seketika aku terlonjak dan menatap layar hapeku. "Bajingaaann!!" Teriakku di telpon. Ia tertawa terbahak-bahak.
"Cepetan mandinya. Nanti aku anterin ngampus. Oke?? 15 menit lagi aku jemput. Bye sayang."
"Bibu..." seketika telpon mati. Dengan malas aku beranjak dari kasur dan segera mandi dan bersiap.
Setelah semua sslesai, tepat 15 menit sejak tadi Bibu sudah berada di rumah. Ia sibuk dengan hapenya. Ya, aku tau itu dari gebetannya yang baru. Wanita bandung? Iuh. Masih cantikan aku kali.
"Biii!" Panggilku. Bibu tak menghiraukanku. "Biiii tolongg." kataku. Tetap saja ia tak menghiraukanku. Akhirnya sebuah sisir melayang tepat ke kepalanya.
"AW!" Jeritnya. Aku tertawa terbahak bahak lalu mendekatinya.
"Ups sorry." ujarku.
"Kelewatan!" Katanya. Aku hanya tertawa lalu memintanya untuk membawakan tas laptopku.
"Ayo pergi sekarang. Ntar macet di jalan." Ujarku.
"Iya sayang. Bawel banget dah." Ujarnya seraya mengelus kepalaku. Entah dari dulu aku selalu nyaman di perlakukan seperti itu. Tapi kenapa kami belum diberi waktu yang tepat untuk bersama lagi? Apa dia bukan jodohku?
Sesampai di kampus...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar