Selasa, 28 Juni 2016
Sebuah Cerita Impian yang Ditinggalkan /3\
Sesampai di kampus, Bibu selalu mengantarku sampai depan kelas atau membelikan aku mie ayam dengan teh hangat di cafetaria kampus.
"Mau sarapan dulu atau langsung ke kelas?" Tawarnya.
"Halah kamu mau modus aja loh ke Nina. Bajingan!" Seruku seraya memukul lengannya.
"Sotak. Emang Nina belum punya pacar?"
"Gatau ah!" Aku langsung meninggalkannya. Bibu tertawa dan mengikutiku
Aku berjalan menuju cafetaria. Bibu mengikutiku dari belakang. Aku memilih duduk di tempat yang biasa aku duduki disini.
"Zayah mau mie ayam kah?" Tanya Bibu.
"Iya." ujarku singkat.
"Jangan ngambek." Ujarnya seraya mencolek daguku.
"Geli biii!!" Seruku. Bibu hanya tersenyum lalu meninggalkanku.
Aku mengetuk meja seraya mendengarkan lagu dari hpku. Tiba-tiba seseorang menarik earphoneku dan duduk di hadapanku.
"Selamat pagi cantik. Sendirian aja." Sapa Irfan
"Hei Fan." balasku.
"Udah beli makan?" Tanyanya.
"Udah kok." Ujarku.
"Zay, nanti ke kelas bareng ya." Tawarnya
"Boleh. Kamu gak ke Mas Jono? Kemarin di cariin loh sama dia." Ujarku.
"Udah kok. Dia cuma mau nitip belikan novel. Kan lagi ada novel baru yang best seller of the year ituu"
"Oalahh"
Irfan Fadli adalah anak teknik kimia yang sudah masuk semester 4 sedangkan aku masih di semester 3. Dia termasuk anak yang pintar makanya dia cepet naik semester. Irfan laki-laki bertubuh kurus namun tinggi semampai. Berkulit coklat dengan rambut pendek khasnya. Stylenya yang biasa saja membuatku sangat tertarik melihatnya. Irfan asli orang Jawa tapi logatnya anak Jakarta banget. Dia laki-laki yang mengejar aku mulai dari awal masuk kuliah sampai sekarang. Padahal masih banyak banyak perempuan diluar sana yang ingin bersamanya.
"Zay, nanti ngerjain pratikum bareng ya. Mau kan?" Tanya Irfan seraya tersenyum.
Aku melihat Zayah dengan seorang laki-laki yang kalah tampan dariku. Mereka asyik berbincang. Entah kenapa hatiku terasa panas. Ada sesuatu yang menggrogoti perasaanku. Cemburu yang berlebihan. Tapi aku siapanya? Kita tidak berpacaran lagi. Hanya bersahabat. Aku membiarkan mereka berbincang sampai laki-laki itu pergi. Aku membawa dua mangkuk mie ayam beserta teh hangat. Sebisa mungkin aku terlihat biasa saja walau aku tau pada akhirnya dia bakal tau.
"Lama banget sih. Aku udah lapar!" Ujarnya lalu dengan tergesa ia mengambil mie ayamnya.
"Awas nanti tumpah Zay!" Seruku lalu membantunya.
"lapar!!" Ujarnya. Ia melahap mie ayamnya.
"Tadi itu Irfan kan?" Tanyaku. Zayah menatapku.
"Kamu lihat dia tadi?? Kok gak kesini?" Tanyanya.
"Ngapai. Aku hanya tau doang."
"Hm iyasih"
"Kalian udah pacaran?"
"Kamu ini ngomong apa sih. Ngacok"
"Loh bisa aja kan tiba-tiba nanti kamu pacaran sama dia terus kalian jadi suami istri." ujarku saking emosinya. Ia memukul meja lalu pergi meninggalkanku. Beberapa detik kemudian aku sadar kalau aku salah. Aku dan Amay hanya sebatas sahabat tapi kenapa aku melakukan hal ini?! Apa yang salah denganku??
Aku melihat kelasnya Amay dari jendela pintu kelasnya. Aku lihat dia sedang serius belajar. Dia sangat cantik tapi sayang aku tidak bisa memilikinya lagi. Aku duduk di kursi depan kelasnya.
"Haloo aa Bibu!" panggil seseorang. Aku menoleh. Ternyata Nina. Gadis cantik nan sexy namun telminya minta ampun. Walaupun telmi tapi dia hebat bisa masuk di kedokteran. Ia berlari mendekatiku.
"Hei Nina." Sapaku.
"Hai, kapan nyampe jogja?? Barusan aja?" Tanyanya.
"Enggak kok. Dari kemarin sore." Ujarku.
"Ohh gitu. Nungguin Amay kah?" Tanyanya. Aku hanya mengangguk. "Temenin aku bentar ya ke mall" pintanya.
"Nanti Amay nyariin Tir. Kamu sendirian aja ya" ujarku.
"Aihhh ayolah aa" pintanya seraya menarik lenganku. Aku melihat kelasnya Amay. Gapapa kali ya aku nemenin bentar? Sekali lagi kutatap kelasnya Amay.
"Iyadehh. Ayo" kataku. Nina loncat kegirangan dan menarik tanganku.
Selama jalan dengan Nina aku merasa senang. Senang yang berbeda. Untuk kesekian kalinya aku jalan dengannya. Aku suka ketika ia memanggilku, menarik tanganku, mendengar tawanya. Aneh. Kenapa aku jadi seperti ini??!
"Bibu temenin aku beli makan ya. Aku traktir deh" ujarnya
"Hm kamu aja yang makan. Aku temenin aja." Kataku.
"Okee gapapa" ujarnya lalu menarikku kedalam restoran Jepang.
Handphoneku bergetar. Aku cek dan ternyata ada sms masuk. Dari Bibu. Yang berisi : may, aku lagi pergi sama Nina nih. Sorry ya kalo lama dateng. Tunggu aja nanti di parkiran.
Tiba-tiba kobaran api membakar tubuhku. Aku merasakan panas yg begitu luar biasa. Cemburu cemburu dan cemburu. Huff kenapa sih!! Aku membanting kepalaku ke meja. Rasanya ingin sekali ku banting yang namanya Nina. Huaaa!!
..........
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar