Sabtu, 09 Juli 2016
Sebuah Cerita Impian yang ditinggalkan [6]
Terkejutnya aku ketika ada kain basah diatas kepalaku. Aku menoleh kesampingku. Bibu tertidur pulas seraya memelukku. Aku hanya tersenyum. Aku membalik badanku ke arah Bibu. Aku meraba pipinya. Teringat ketika masa SMA dulu ia masuk ke dalam kamarku dan ia tertidur seperti ini. Kemudian ia mencium bibirku.
"Bi bangun" bisikku seraya mencoel pipinya. Ia tak bergerak. "Biii" seruku. Tak juga bergerak. Sampai akhirnya aku kembali tidur.
Keesokan harinya, aku terbangun dari tidurku. Disampingku masih ada Bibu. Suara ngoroknya masih terdengar sama. Tangan kanannya tergeletak begitu saja. Kakinya menindis kakiku. Seenaknya dia tidur. Aku menggeser kakinya lalu segera mandi. Setelah mandi aku membeli bubur ayam di depan gang. Setelah beli aku kembali ke kos. Ku lihat motor Bibu masih di depan rumah.
"Zayah habis dari mana?" Tanya Bibu ketika aku membuka pintu.
"Nih." ujarku seraya menunjukan dua bungkus bubur ayam.
"Gaya banget beliin sarapan." katanya lalu duduk di sofa.
"Rese. Mandi dulu gih baru sarapan" suruhku.
Aku siapkan dua mangkok berisi bubur dan teko berisi air putih. Selesai ia mandi, aku dan dia sarapan. Kami melanjutkan cerita beberapa hari yang lalu. Tak peduli dengan masalah semalam. Seakan tak pernah terjadi.
"Bii nanti temenin belanja bulanan dong. Tapi ke atm dulu ya ambil uang." ujarku.
"Oke. Cuci mangkoknya dulu kamu."
"Enak aja nyuruh. Kamu aja. Aku malas. Mau bersiap dulu. Yang bersih ya" aku langsung meninggalkannya.
"Gak tau dirinya orang ini!!"
--
Aku dan Bibu pergi ke salah satu mall di Jogja. Sekalian aku ingin mentraktir Bibu.. Dulu dia paling sering traktir, sekarang giliranku.
"Kamu mau beli apa sih Zay?? Daritadi mondar mandir" ujarnya kesal.
"Ihh ribut! Bawain aja deh ya tuh keranjang." Seruku. Ia hanya menggerutu tak jelas. Aku teringat ia sering membawa keranjang belanja ketika aku ingin membeli sesuatu. Haha lucu sekali.
Aku mengambil beberapa cemilan dan pop mie.
"Bibu mau apa?" Tanyaku. Ia hanya menggeleng. Yasudah kalo gak mau.
Setelah belanja aku ngajak ia ke timezone seperti waktu dulu. Awalnya ia menolak dengan alasan dia membawa belanjaanku tapi aku memaksanya. Akhirnya ia mau. Aku membeli 50 koin dan menghabiskannya dalam sekejap. Aku dan Bibu tertawa ketika ada sesuatu yang lucu dan aneh. Aku menyukai saat seperti ini. Aku takut suatu saat akan kehilangan momen seperti ini atau malah gak akan terjadi lagi.
Setelah menghabiskan waktu di timezone, kami makan siang di mall.
"Kapan balik bandung?" Tanyaku.
"Minggu depn baru balik. Kenapa?"
"Hmm. Gapapa sih."
"Jangan kangen kalo aku balik Bandung."
"Yeeeee siapa juga yang kangen!!" Ujarku seraya mendorong tubuhnya. Ia tertawa. Aku tau tawanya bukan candaan tapi tawa sedih. Sebenarnya dia gak mau cepat cepat balik ke Bandung karena dia takut aku di ganggu Irfan cuma mau gimana lagi.
Makanan pun datang. Kami menikmati makanan kami masing-masing.
--
Seminggu kemudian..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar