Kamis, 14 Juli 2016
Sebuah Cerita Impian yang Ditinggalkan {7}
Seminggu kemudian..
Aku mengantar ia ke stasiun kereta. Sedaritadi Bibu tak pernah melepas tangannya dari tanganku. Semalam dia bilang sebenarnya mau ambil cuti kuliah 2 hari lagi tapi dosennya gak bolehin.
"Zay?" bisiknya. Aku menoleh. "Hati hati ya disini. Jangan nakal." ujarnya seraya mengelus kepalaku.
"Iya iya. Kamu tuh udah kayak mau pergi keluar negeri aja dan gak akan kembali" dia hanya tersenyum lalu memelukku. Beberapa menit lagi kereta yang di tumpangin Bibu datang. Jujur aku juga gak ingin dia pergi. Menurutku seminggu terlalu cepat berlalunya. Saat kereta yang di tumpangi Bibu datang, ia kembali memelukku lebih erat. Aku membalas pelukannya.
"Dadah!" Teriakku setelah Bibu masuk ke kereta. Ia melambaikan tangannya. Ia tersenyum. "Hati hatiii!! Kabarin ya kalo sudah sampai!!" Seruku. Ia hanya mengacungkan jempolnya. Kemudian kereta pun pergi. Air mataku seketika tumpah.
..........
Berselang seminggu kemudian, aku sedang iseng memakai akun facebooknya Bibu, karna dia memperbolehkan aku memainkan akunnya aku pun juga memperbolehkan ia menggunakan akunku. Saat aku memeriksa obrolan obrolannya, aku kecewa. Obrolan teratas tertera nama Humaira, aku tidak mengetahui apa hubungannya ia dengan Bibu. Setelah aku melihat akunnya ia adalah gadis Bandung yang satu kelas dengan Bibu. Aku mengecek obrolan facebooknya dari atas hingga bawah. Seketika aku menangis. Ternyata Bibu dan Humaira sangat dekat. Lebih dekat dibanding aku dengan Irfan. Malah sudah memakai ucapan yang seharusnya tidak pantas untuk seseorang yang berteman, kecuali hubungan mereka lebih dari berteman. Ternyata aku bodoh. Semenjak aku tau chat itu, aku tidak begitu merespon Bibu. Hanya sekedarnya dan aku mulai membalas cinta Irfan.
--
5 tahun kemudian..
Aku dan Irfan sudah 1 tahun berpacaran. Aku menikmati hariku bersamanya. Aku dan dia juga merencanakan pernikahan di akhir tahun.
"Zayah aku pulang dulu ya" pamit Irfan. Aku hanya tersenyum.
"Dadah sayang!" Ujarku. Setelah Irfan pulang, aku membereskan rumah. Ketika aku merapikan rak buku, tiba-tiba salah satu buku jatuh dan keluar fotoku bersama Bibu. Aku mengambilnya dan tersenyum. Sudah lama ya kita tidak ketemu Bi, sudah lama kita gak ngobrol dan main bareng. Semenjak dia bertunangan dengan Humaira, aku dan dia sudh lost contact dan aku memutuskan untuk berpacaran dengan Irfan.
Seminggu lagi pernikahannya dengan Humaira. Aku masih bingung datang atau tidak. Dia mengirimkanku undangan lewat pos. Huft jujur sakit tapi gimana pun juga ini sudah jalan kami. Aku dan dia memang bukan jodoh.
--
Besok adalah hari pernikahan Bibu dan Humaira....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar